Siapa yang tidak mengenal singkong?

Tanaman yang satu ini sudah tidak terdengar asing karena mudah ditemukan dan tumbuh subur di berbagai daerah. Singkong merupakan tanaman tahunan tropika dan subtropika dari family Euphorbiaceae. Tanaman jenis umbi akar atau akar pohon yang memiliki panjang sekitar 50-80 cm, berdiameter 2-3 cm, dan pada daging umbinya memiliki warna putih atau kekuning-kuningan. 

Indonesia merupakan negara ketiga penghasil singkong terbesar di dunia. Singkong dapat tumbuh di seluruh wilayah Indonesia sehingga dapat menjadikannya salah satu komoditas pangan terbaik dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai industri. Namun, singkong seringkali dianggap sebagai “makanan orang desa” yang kurang menarik untuk dikonsumsi padahal singkong mengandung berbagai zat yang bermanfaat. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Bosawer (2010), singkong memiliki kadar karbohidrat sebesar 98,37% – 99,18%, kadar air sebesar 9,99% – 11,27%, kadar abu 0,03 – 0,14%, kadar lemak 0,070% – 1,15%, dan kadar protein 0,07% – 0,55%.

Singkong merupakan makanan yang bebas gluten sehingga aman bagi penderita penyakit celiac atau intoleransi gluten. Selain itu, singkong mengandung beberapa antioksidan yang menguntungkan termasuk saponin, beta karoten dan vitamin C. Berbagai gizi yang ada pada singkong memungkinkan singkong sebagai ‘The New Superfood’. 

Superfood adalah jenis pangan yang mengandung kepadatan nutrisi dalam jumlah yang signifikan. Kandungan gizi yang ada pada Superfood sangat penting untuk kesehatan tubuh dan baik untuk dikonsumsi sehari-hari.

 

Pengolahan Singkong

Untuk dapat menikmatinya, proses pengolahan singkong sangat mudah dan sederhana. Pertama, potong singkong terlebih dahulu menjadi beberapa bagian sebelum mengupas kulitnya untuk memudahkan proses pengupasan. Selama proses pengupasan, pastikan singkong terkelupas dengan sempurna hingga tidak ada lagi bagian daging singkong yang masih memiliki kulit. Pada kulit singkong terkandung zat sianida yang berbahaya bagi tubuh sehingga singkong harus benar-benar bersih dari kulitnya. 

Selanjutnya, bersihkan singkong dengan air mengalir, lalu rendam dalam air. Kemudian, bersihkan kembali dengan air mengalir untuk memastikan singkong benar-benar aman untuk dikonsumsi. Selanjutnya singkong siap diolah menjadi berbagai jenis makanan lezat, seperti singkong rebus, singkong thailand, singkong keju, getuk, tape, tiwul dan masih banyak lagi.

 

Alternatif Pengganti Nasi

Kandungan karbohidrat dalam singkong yang cukup tinggi dapat menjadi alternatif pengganti nasi yang selama ini menjadi ketergantungan masyarakat Indonesia sebagai makanan pokok. Maka singkong dapat dimanfaatkan sebagai diversifikasi atau penganekaragaman pangan sehingga tidak lagi hanya mengandalkan nasi sebagai konsumsi utama. 

Singkong merupakan karbohidrat kompleks yang kaya akan serat. Karbohidrat kompleks akan terserap lebih lambat daripada karbohidrat sederhana yang ada pada nasi, sehingga energi yang dihasilkan akan berlangsung secara berkala. Dengan demikian, tubuh tidak mudah merasa lapar dan akan menghindari tubuh dari bahaya kegemukan. Selain itu, singkong juga memiliki kadar gula yang lebih rendah sehingga lebih sehat daripada nasi.  

Selain singkong, kentang menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat yang digemari. Namun, karbohidrat di dalam singkong lebih besar daripada kentang sehingga dapat memasok cadangan energi yang lebih banyak di dalam tubuh. Singkong memiliki indeks glikemik yang rendah, tetapi indeks glikemik pada kentang masih tergolong tinggi yang tidak aman bagi penderita diabetes. Harga singkong juga jauh lebih murah jika dibandingkan dengan kentang. Jika penerapan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan dikenal memerlukan biaya yang lebih mahal, hal tersebut tidak berlaku pada singkong karena untuk mendapatkannya tak perlu khawatir menguras kantong. 

Dengan mengonsumsi singkong maka akan memperoleh berbagai manfaat, antara lain membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan pencernaan, meningkatkan kekebalan tubuh, baik untuk kekuatan tulang, dan menurunkan tekanan darah, dan mencegah diabetes. 

Jadi, dari berbagai keunggulan dan segudang manfaat yang terdapat pada singkong, apakah masih tetap memandang singkong hanya sekedar “makanan orang desa” saja? 

 

Daftar Pustaka :

Bosawer, F. E. 2010. Komposisi Kimia dan Karakteristik Fisik Pati Ubi Kayu (Manihot esculenta) Asal Distrik Masni Kabupaten Manokwari. Skripsi. Fakultas Pertanian Dan Teknologi Pertanian, Universitas Negeri Papua, Manokwari.

Rumah Mocaf Ayuni

See all author post

Leave a Comment

Your email address will not be published.

0
X