rumah mocaf, modified cassava flour, tepung gluten free

Rombongan Kunjungan Kerja Kementerian Pertanian (Kementan) pimpinan Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Amirudin Pohan, mengunjungi sebuah rumah mitra usaha pengolahan singkong, yaitu Rumah Mocaf. 

Beliau menyampaikan penjelasan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, pangan lokal menjadi pangan alternatif yang harus mulai mendapat perhatian khusus. Oleh karenanya, untuk menjamin keberlanjutan pangan olahan singkong harus memanfaatkan lahan yang ada dan membangun pangan lokal mulai dari skala rumah tangga supaya ketahanan pangan bisa terjaga.

“Singkong atau ubi kayu sebagai komoditas pangan alternatif ini patut mendapat perhatian lebih karena memiliki prospek yang bagus. Pola pengembangan mocaf di Banjarnegara ini pun patut ditiru agar pangan berbahan singkong menyebar di semua daerah. Ketahanan pangan kita semakin kuat,” kata Amirudin, Kamis (25/6/2020).

Potensi Tepung Mocaf

Riza Azyumarridha Azra, penggagas Rumah Mocaf menjelaskan tepung berbahan singkong atau modified cassava flour (mocaf) bersiap untuk memasuki pasar ekspor. Riza menceritakan bahwa tahun 2014 adalah awal berdirinya Rumah Mocaf. Untuk kebutuhan bahan baku singkong menjadi tepung mocaf, membutuhkan 90 ton ubi kayu atau singkong tiap bulan dan bisa menjadi tepung mocaf 30 ton perbulan. 

Yang lebih menarik lagi, sebut Riza, permintaan dari pasar luar negeri mulai berdatangan setelah produk olahan mocaf ini kerap mengikuti pameran di berbagai negara. Contohnya Festival Indonesia-Moskow, pameran di Kedutaan Besar RI di Brussel, serta Malaysia International Halal Showcase bulan April 2019 tahun lalu.

Untuk standar keamanan, Riza menuturkan produk pangan ini menggunakan konsep Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) karena ingin segera diekspor. Ketika sudah bisa melakukan ekspor produk, maka akan mempermudah pasar di Indonesia serta meningkatkan derajat singkong di mata dunia. Riza berharap ekspor tepung mocaf dapat mengurangi ketergantungan impor terigu. 

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyebut Rumah Mocaf bisa menjadi contoh anak muda mulai melirik bisnis olahan pertanian. Rumah Mocaf ini adalah bentuk nyata mengembangkan korporasi di beberapa wilayah yang tidak hanya berpikir pada hulu saja. Namun, korporasi ini sudah memikirkan sampai dengan hilirisasi produknya. Jika sudah terbangun korporasi, maka petani naik kelas dari price taker menjadi price maker dengan membentuk korporasi.

“Rumah Mocaf sudah mendapat pencapaian yang sejalan dengan arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo. Arahan tersebut yaitu langkah menonjolkan produk umbi-umbian, menjalankan sistem korporasi serta mengorientasikan produk pada ekspor. Semoga akan ada anak-anak muda seperti ini yang ikut membantu membangun pertanian kita,” cetusnya.

Source: www.agrofarm.co.id

Rumah Mocaf Indonesia

See all author post

Leave a Comment

Your email address will not be published.

0
X