Darimana Singkong Berasal?

Singkong merupakan tanaman yang cukup familiar bagi masyarakat Indonesia sebagai “makanan orang desa” karena sering kali dianggap makanan kelas bawah. Namun, tak banyak orang yang tahu ternyata singkong bukan tanaman asli dari Indonesia. Singkong atau ubi kayu berasal dari Amerika Selatan yang tumbuh liar di hutan-hutan dan kemudian mulai berkembang pada masa pra-sejarah di Brasil dan Paraguay. Selanjutnya, Bangsa Portugis yang menyebarkan tanaman ini ke seluruh dunia. 

Pertama kali singkong masuk ke Indonesia pada ratusan tahun silam sekitar abad ke-16 oleh Bangsa Portugis ke Maluku pada zaman kolonial Hindia Belanda. Tak hanya membawa singkong, Bangsa Portugis juga membuat program penanaman singkong dan mulai ditanam secara komersial pada tahun 1810. Hal tersebut dilakukan karena tanaman ini memiliki potensi yang besar. 

Singkong mulai memasuki Kabupaten Jawa Timur pada tahun 1852. Namun, saat itu tidak mendapat banyak perhatian karena singkong belum terlalu populer di Jawa. Butuh waktu lama singkong menyebar ke daerah lain, terutama ke Pulau Jawa. Bahkan hingga tahun 1875 konsumsi singkong di Jawa masih rendah. 

Pada awal abad ke-20 konsumsi singkong mulai meningkat pesat. Tak hanya konsumsi yang meningkat, penggemar budidaya singkong juga semakin banyak dan semakin meluas. Di Pulau Jawa, singkong menjadi primadona dan produktivitasnya pun melonjak drastis. Peningkatan penanaman singkong sejalan dengan pertumbuhan penduduk Pulau Jawa yang pesat dan produksi padi yang tertinggal di belakang pertumbuhan penduduk. Hingga saat ini singkong memberikan kontribusi besar di masyarakat. Tak ayal banyak petani yang memilih untuk menanam tanaman ini  karena kebutuhannya yang selalu tinggi.

Keunggulan Tanaman Singkong

Dalam sebuah syair lagu, singkong memiliki julukan tongkat kayu yang dapat menjadi tanaman. Hal ini dikarenakan singkong merupakan tanaman yang mudah tumbuh, sekalipun di daerah tandus yang tanahnya miskin akan hara. Untuk menanam singkong cukup dengan menancapkan bagian batang dengan ukuran tertentu ke dalam tanah. Tanaman ini tidak memerlukan perawatan khusus dan biasanya memiliki hasil panen cukup besar setelah masa tanam kurang lebih selama 9 bulan. 

Potensi pemanfaatan semua bagian dari tanaman ini juga besar. Daunnya kaya akan zat besi sehingga sering dijadikan sayuran. Umbinya tinggi karbohidrat dan memiliki kalori yang lebih besar dari nasi sehingga singkong dapat dijadikan sebagai makanan pokok. Singkong merupakan makanan pokok terbesar urutan ketiga setelah beras dan jagung bagi masyarakat Indonesia.

Singkong Dijuluki Makanan Kelas Bawah?

Sejarah dan keunggulan singkong di atas seharusnya dapat membuktikan bahwa singkong bukan makanan kelas bawah. Apalagi saat ini sudah banyak makanan olahan singkong yang enak, bergizi, dan memiliki tampilan yang menarik. Cara masyarakat Indonesia mengonsumsi singkong umumnya dengan melakukan pengolahan sederhana, yaitu dengan cara merebus, mengukus, atau menggorengnya. Singkong seringkali disajikan bersama teh hangat sebagai hidangan untuk sarapan maupun saat bersantai ria. 

Di Indonesia, terdapat banyak cara lain untuk mengonsumsi singkong yaitu dengan mengolahnya menjadi makanan tradisional yang khas, antara lain  getuk, tape, tiwul, combro, misro, sawut, dan masih banyak lagi. Keanekaragaman pengolahan singkong dapat menambah cita rasa menjadi lebih lezat sehingga semakin banyak orang-orang yang tertarik mengonsumsi singkong. Tentu saja olahan singkong tersebut bisa dijadikan camilan yang mengenyangkan perut.

Rumah Mocaf Indonesia

See all author post

Leave a Comment

Your email address will not be published.

0
X