Tepung Singkong
Tepung Singkong
Pendiri Rumah Mocaf Indonesia bersama petani singkong

DUA orang berdiri sembari menawarkan aneka produk olahan makanan berbahan tepung singkong atau modified cassava flour (mocaf) kepada masyarakat Banjarnegara. Menggunakan meja, keduanya memamerkan kue basah, kue kering dan aneka gorengan berbahan mocaf yang telah dikemas rapi.

Di depan meja, terpasang banner bertuliskan aspirasi Ahad pagi, Pemberdayaan Wong Cilik “Jihad Menegakkan Kedaulatan pangan”. Di samping meja juga terdapat banner vertikal berisi informasi tentang mocaf. Mocaf merupakan tepung sehat bebas gluten dan dapat digunakan untuk aneka olahan makanan.

“Kami mulai mengenalkan mocaf kepada masyarakat pada hari bebas kendaraan dan acara pengajian-pengajian,” tutur Ketua Paguyuban Mocaf Banjarnegara, Riza Azyumarridha Azra belum lama ini.

 

Produk Mocaf Untuk Memberdayakan Petani Singkong

Produk mocaf merupakan upaya Riza bersama anggota kelompoknya untuk memberdayakan petani singkong. Petani singkong kerap merugi akibat hasil panen singkong dihargai rendah. Padahal, biaya operasional yang dikeluarkan tidak sedikit. “Singkong milik petani pernah dihargai Rp 200 per kilogram. Akibatnya, petani bangkrut,” ujarnya.

Pada 2010, kelompok itu hadir untuk membeli singkong milik petani dengan harga layak. Kelompok berani beli Rp 1000 per kilogram. Ini lebih tinggi Rp 800 daripada penawaran harga tengkulak.

 

Singkong Dari Petani Diproses Menjadi Mocaf

Singkong dari petani kemudian diproses menjadi mocaf. Proses pembuatannya, pertama singkong yang sudah dibersihkan dipotong kecil-kecil. Kemudian direndam menggunakan enzim.

Pada saat itu kelompok menggunakan enzim kimia. Limbah yang dihasilkan dari proses produksi mocaf dibuang ke kolam ikan. Ikan yang dibudidayakan di kolam banyak yang mati akibat tercemar limbah. Riza pun menghentikan aktivitas produksi mocaf selama 3 tahun. Namun, setelah itu ia mendapat penawaran enzim organik dari petani di Banjarnegara.

Enzim organik ini memiliki manfaat untuk membuang racun pada ketela, menjadikan mocaf tidak berjamur dan bau, serta tepung menjadi lebih putih. Proses produksi mocaf beroperasi lagi. Kali ini semakin serius dengan mengembangkan kelompok mocaf. Kelompok ini di bawah majelis pemberdayaan masyarakat.

 

Kabupaten Banjarnegara Memiliki Potensi Daerah Penghasil Singkong

Pengembangan ini juga melihat Kabupaten Banjarnegara memiliki potensi sebagai daerah yang menghasilkan ketela. “Sekarang sudah ada 15 kelompok. Kapasitas produksi mocaf 4 ton per minggu,” kata Riza. Mocaf yang dihasilkan kemudian dikenalkan kepada masyarakat. Masyarakat diedukasi bahwa mocaf merupakan bahan makanan sehat.

Tepung ini juga sebagai alternatif pengganti terigu. Pengenalan mocaf dilakukan dengan berbagai cara, seperti menggelar lapak pada car free day yang dilaksanakan setiap Minggu serta lewat komunitas masyarakat pada kegiatan pengajian-pengajian. Harga mocaf curah Rp 7.000 per kilogram, sedangkan mocaf kemasan Rp 10.000 per kilogram.

 

Tepung Mocaf Aman dan Sehat Dikonsumsi

Tantangan selama mengenalkan tepung mocaf, masyarakat belum paham mocaf itu apa?, meyakinkan tepung mocaf itu sehat dan alasan masyarakat harus mengonsumsi mocaf dan sebagai pengganti terigu.

Mendatangkan Narasumber Dalam menyakinkan bahwa tepung mocaf aman dan sehat dikonsumsi, kelompok mendatangkan narasumber untuk memberikan teori tentang manfaat mengonsumsi tepung mocaf.

Narasumber juga mendemontrasikan pembuatan roti berbahan mocaf. Ada 15 resep olahan makanan yang tadinya menggunakan terigu, diganti menggunakan mocaf. Alhasil, kerja keras kelompok memberi hasil optimal. Masyarakat semakin familiar dengan mocaf. Ini terkoreksi dari permintaan mocaf yang terus mengalir.

 

Singkong Menjadi Memiliki Kepastian Pasar

“Animo masyarakat mengonsumsi mocaf di Banjarnegara mulai meningkat. Pelaku usaha roti di Banjarnegara juga mulai memesan dengan jumlah banyak,” katanya. Seiring dengan meningkatnya permintaan, memotivasi petani singkong. Mereka memiliki kepastian pasar.

Dibeli kelompok dengan harga mahal. Bahkan, sekarang harganya sudah mencapai Rp 2.000 per kilogram. Kenaikan harga singkong diharapkan dapat menyejahterakan petani. Kiprah kelompok mocaf Banjarnegara mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Kelompok berharap ada kerja sama antara pemerintah daerah dengan kelompok.

Apalagi, saat ini kendala yang dialami kelompok, yaitu masih menggunakan peralatan manual. Penjemuran juga hanya mengandalkan tenaga matahari. Belum memiliki oven untuk mengeringkan irisanirisan ketela setelah direndam selama 3 hari 3 malam.

 

Bank Indonesia Purwokerto Turut Mengampanyekan Konsumsi Makanan Olahan Dari Mocaf

Bank Indonesia Purwokerto juga mulai menyentuh kebedaraan kelompok mocaf dengan memberikan pendampingan manajemen. Di samping itu, Bank Indonesia turut mengampanyekan konsumsi makanan olahan dari mocaf kepada masyarakat Banyumas di Alun-alun Purwokerto, Minggu (22/4) lalu.

Bentuk kampanye ini dengan mengajak ribuan masyarakat Banyumas makan mi ayam berbahan baku mocaf. Kampanye diversifikasi pangan ini untuk menggantikan tepung terigu berbahan gandum, sehingga ke depan dapat mengurangi volume impor ke dalam negeri. “Saat ini masih tahap pengenalan kepada masyarakat, namun beberapa klaster binaan Bank Indonesia Purwokerto sudah memproduksi mocaf,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Agus Chusaini.

Agus mengatakan, Bank Indonesia ingin menginisiasi untuk terus mengembangkan produksi mocaf di wilayah eks Karesidenan Banyumas dalam bentuk industri, sehingga klaster dapat memproduksi dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kerabat Rumah Mocaf 1

See all author post

Leave a Comment

Your email address will not be published.

0
X