Gluten adalah protein yang terdapat pada padi-padian dan serealia, seperti gandum, gandum hitam (rye), jelai (barley) dan triticale. Pada pengolahan makanan, gluten digunakan untuk menghasilkan tekstur kenyal, elastis, dan mengembang. Efek tersebut terjadi ketika tepung dicampur dengan air, maka protein gluten akan membentuk jaringan-jaringan yang lengket dengan konsistensi seperti lem.

Umumnya, makanan yang mengandung gluten terbuat dari bahan baku gandum ataupun tepung terigu, seperti produk bakery, pasta, mie, dan lainnya. 

Bahaya Mengonsumsi Gluten

Gluten tergolong komponen yang tidak mengandung gizi penting bagi tubuh, bahkan gluten dapat berdampak buruk pada orang-orang tertentu. Bahaya gluten terjadi ketika gluten tidak dapat dicerna oleh enzim protease dalam sistem pencernaan. Akibatnya, muncul asam amino peptida yang keluar dari dinding usus halus ke seluruh tubuh, kemudian memicu respon imun tubuh.

Apabila mengonsumsi gluten secara berlebihan dapat menyebabkan penyakit tertentu, antara lain, 

  1. Penyakit Celiac 

Pada orang dengan penyakit celiac, sistem imun mereka mengenali gluten sebagai zat berbahaya, sehingga menyerang gluten serta lapisan usus. Hal ini membuat usus jadi rusak, akhirnya menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti, gangguan pencernaan, anemia, hingga berisiko kekurangan vitamin dan mineral. 

Gejala dari penyakit celiac meliputi rasa tidak nyaman pada pencernaan, kerusakan jaringan pada usus kecil, kembung, diare, konstipasi, sakit kepala, kelelahan, ruam kulit, depresi, menurunnya berat badan dan feses yang berbau busuk. 

      2. Intoleransi gluten 

Intoleransi gluten adalah kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk mencerna protein gluten. Gejala yang ditimbulkan dari intoleransi gluten ini masih cukup ringan dibandingkan dengan penyakit celiac.

      3. Sensitivitas gluten non-celiac

Sensitivitas gluten non-celiac merupakan kondisi seseorang tidak didiagnosis dengan penyakit celiac, tetapi masih mengalami rasa tidak nyaman ketika mengkonsumsi gluten. 

      4. Alergi gandum

Sekitar satu persen populasi memiliki alergi terhadap gandum. Kondisi ini membuat pasien mengalami berbagai masalah pencernaan setelah mengkonsumsi gluten. 

      5. Irritable bowel syndrome 

Bentuk lain dari intoleransi gluten adalah irritable bowel syndrome (IBS). Penyakit ini adalah gangguan pencernaan dengan gejala sakit perut, kram, kembung, gas, dan diare. Studi menunjukkan bahwa pola makan tanpa gluten dapat meringankan IBS. 

TIPS Mengurangi Makanan yang Mengandung Gluten

Langkah pertama yang dapat dilakukan yaitu dengan mengurangi konsumsi makanan yang bukan kebutuhan sehari-hari. Anda bisa mengurangi makanan produk bakery seperti roti, brownies, kue dan mie, makanan tersebut mengandung gluten yang tinggi. Jika ingin mengkonsumsi makanan tersebut, Anda dapat menggantikannya dengan produk sejenis yang bebas gluten. 

Langkah kedua yaitu fokus dan nikmati makanan yang bisa dimakan, seperti daging, telur, sayuran dan buah-buahan. Nikmatilah makanan Anda, dengan begitu makanan apapun akan terasa enak karena Anda bersyukur masih bisa menikmati makanan tersebut. 

Langkah ketiga yaitu konsisten dengan tahapan-tahapan tersebut, sehingga Anda akan terbiasa tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten.

Rumah Mocaf Ayuni

See all author post

Leave a Comment

Your email address will not be published.

0
X