Umbi akar merupakan salah satu cara perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif. Perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangbiakan secara tidak kawin. Perkembangbiakan vegetatif terbagi menjadi 2, yaitu vegetatif alami dan vegetatif buatan. Umbi akar adalah akar yang membesar berisi cadangan makanan. Jika umbi ini ditanam bersama dengan pangkal batang maka akan tumbuh tunas. Salah satu contoh tanaman vegetatif adalah singkong. Ketela pohon atau sering disebut singkong, punya kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh. Ketela pohon mengandung karbohidrat, protein, serat, mineral (termasuk kalium, magnesium, fosfor, dan kalsium), vitamin (vitamin C dan vitamin A), dan air.

Pada tanaman yang diperbanyak secara vegetatif, akar serabut tumbuh dari dasar lurus. Ubi berkembang dari penebalan akar serabut.

Tanaman singkong memiliki beberapa fase pertumbuhan sebagai berikut :

1) Fase Pertumbuhan Awal:
  1. 5–7 Hari Setelah Tanam (HST): munculnya akar pada permukaan dasar stek. Akar halus tumbuh dari tunas di bawah permukaan tanah;
  2. 10–12 Hari Setelah Tanam (HST): tumbuh tunas baru dan daun muda;
  3. 15 Hari Setelah Tanam (HST): semua mata pada stek telah bertunas.
2) Fase Awal Pertumbuhan Daun dan Perakaran:
  1. 15–30 Hari Setelah Tanam (HST): pembentukan daun dan calon umbi, pertumbuhan bergantung pada cadangan makanan pada bahan tanam (stek);
  2. 30 Hari Setelah Tanam (HST): daun membesar, berfungsi melakukan fotosintesis dan menggunakan hasil fotosintesis (fotosintat) untuk pertumbuhan tanaman;
  3. 30–40 Hari Setelah Tanam (HST): umbi mulai terbentuk. Akar serabut dan umbi terbentuk selama 3 bulan pertama, dan merupakan saat yang tepat untuk melakukan pemupukan.
3) Fase Pertumbuhan Batang dan Daun:
  1. 3–6 bulan: pertumbuhan batang dan daun mencapai maksimum;
  2. 4–5 bulan: periode fotosintesis maksimum, fotosintat sebagian besar untuk perkembangan daun dan umbi. Periode ini merupakan pertumbuhan 10 vegetatif paling aktif. Gangguan akibat hama/penyakit, hara, dan air pada periode ini mengakibatkan kerugian hasil.
4) Fase Translokasi Karbohidrat ke Umbi:
  1.  6–9 bulan: periode perkembangan umbi;
  2.  Laju akumulasi bahan kering tertinggi pada umbi;
  3. Mulai terjadi proses penuaan daun sehingga daun mulai gugur.
5) Fase Dormansi (9–10 bulan):

Pembentukan daun berkurang, sebagian besar daun gugur dan pertumbuhan bagian tanaman di atas tanah terhenti. Translokasi gula dan perubahannya menjadi pati di dalam umbi terus berlangsung hingga panen.

Pertumbuhan tanaman ubi kayu berjalan lambat pada tiga bulan pertama kemudian meningkat cepat pada dua bulan berikutnya, dan setelah itu menurun lagi. Kecepatan akumulasi N, P, dan K juga lambat pada dua bulan pertama dan maksimum pada bulan ketiga dan keempat, kemudian sangat lambat pada dua bulan terakhir (Litbang Pertanian, 2017).

Berikut ini merupakan cara untuk budidaya tanaman singkong, yaitu:

 

1. Menyiapkan Bibit

Cara budidaya tanaman singkong yang pertama adalah dengan menyiapkan bibit berupa stek batang bagian bawah sampai tengah. Bibit yang dipilih ini berasal dari tanaman induk yang berumur 10 sampai 12 bulan, dengan diameter sekitar 2,5 cm.

 

2. Menyiapkan Media Tanam

Siapkan media tanam dengan mengukur kadar pH tanah menggunakan kertas lakmus, pH meter, dan cairan pH tester. Selanjutnya, yaitu membersihkan lahan dari gulma dan pembajakan tanah. Jika tanah sudah selesai digarap, taburkan kapur kalsit atau kaptan (CaCO3) dengan dosis 1 sampai 2,5 ton/ha. Fungsi pengapuran untuk menaikkan kadar pH pada tanah yang asam atau tanah gambut.

 

3. Menanam Bibit

Cara yang dilakukan untuk menanam bibit yaitu runcingkan ujung bawah stek batang, lalu tanam dengan kedalaman 5 sampai 10 cm. Untuk tanah yang berair atau lembab, stek batang cukup ditancapkan tidak terlalu dalam.

 

4. Melakukan Pemeliharaan

Cara pemeliharaan tanaman singkong terdiri dari beberapa tahap berikut ini:

a) Penyulaman

Lakukan pengecekan pada bibit stek batang yang mati atau tumbuh tidak normal. Cabut bibit yang gagal, lalu ganti dengan sisa bibit yang dimiliki. Selain dicabut, bibit gagal itu juga dapat disulam dengan bibit sulaman pada pagi atau sore hari. Waktu penyulaman yang tepat adalah saat minggu pertama atau minggu kedua setelah penanaman bibit awal.

 

b) Pencabutan Gulma

Segala jenis rumput liar atau gulma harus dicabut untuk menjaga budidaya tanaman singkong tetap berjalan baik.

 

c) Penggemburan Tanah

Tanah yang sebelumnya sudah digemburkan sebelum penanaman bibit pasti sudah mengalami perubahan setelahnya. Oleh karena itu, pantau kondisi tanah dan jaga kualitasnya dengan penggemburan tanah yang bisa kamu lakukan di hari yang sama dengan waktu mencabuti gulma.

 

d) Pemangkasan Tunas

Tanaman singkong yang mempunyai 2 sampai 3 cabang harus dipotong. Tujuannya adalah agar tunas tidak tumbuh terlalu besar dan memakan tempat. Fungsi pemangkasan juga berguna untuk dijadikan bibit simpanan di masa penanaman selanjutnya. Jadi, bibit tak perlu beli lagi.

 

e) Pemupukan

       1)  Pupuk Organik

Beberapa jenis pupuk organik yang bisa dimanfaatkan adalah pupuk kompos, pupuk hijau dan pupuk kandang. Pemakaian bahan organik secara terus menerus dapat mengurangi cadangan nitrogen dan karbon di dalam tanah.

Berikut adalah fungsi pupuk organik :

  •  Memperkuat unsur hara pada tanah berpasir.
  •  Mampu memperbaiki struktur tanah.
  • Memperbaiki pori tanah dan juga drainase.
  • Meningkatkan daya serap air pada tanah.
  • Mengaktifkan unsur hara dalam tanah sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman.

       2)  Pupuk Anorganik

Jenis pupuk anorganik berasal dari pupuk berbahan kimia, seperti NPK, KCL, TSP dan Urea. Kita juga dapat memberikan tambahan kapur dolomit jika terdapat riwayat sebuah serangan jamur upas dengan dosis 3 ton untuk 1 hektar lahan singkong. Dosis yang diberikan kepada tanaman singkong tergantung dengan tingkat kesuburan dari tanah. Pupuk organik diberikan memiliki dosis 15–20 ton/ha lahan singkong dan 200–500 kg/ha untuk pupuk anorganik. Sedangkan penggunaan kapur dolomit disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut ini dosis pupuk anorganik per hektar yang diberikan kepada tanaman singkong:

Jenis Pupuk Anorganik Dosis (Kg/Ha)
NPK Phonska 120-300
NPK Urea 80-200
KCL 50-125
TSP 30-75
Urea 120-300
f)   Penyiraman

Saat melakukan budidaya tanaman singkong, kondisi tanah harus dalam tingkat kelembaban yang pas. Tidak terlalu kering, namun juga tidak terlalu basah. Pada masa tanam awal hingga 5 bulan, kondisi tanah harus selalu lembab. Selanjutnya, cara penyiraman tanaman singkong yang baik yakni dengan pengairan dengan sistem genangan yang dilakukan dua minggu sekali. Jadi, jangan siram langsung air di atas tanaman singkong.

g) Penyemprotan Pestisida

Penggunaan pestisida pada cara budidaya tanaman singkong hanya perlu dilakukan secukupnya. Misalnya bercak daun karena bakteri, layu daun karena bakteri, bercak daun berwarna cokelat, atau bercak daun konsentris. Perlu diketahui, penggunaan pestisida secara berlebihan akan membuat organisme yang baik untuk pertumbuhan tanaman akan ikut mati. Penyemprotan dilakukan pagi hari (setelah embun hilang) atau di sore hari.

 

5. Membasmi Hama

Jenis hama yang biasa ditemukan pada cara budidaya tanaman singkong adalah hama uret dan tungau merah. Hama uret berada di dalam akar tanaman singkong, yang kemudian membuat akar batang dan umbi rusak sehingga tanaman singkong mati sebelum masa panen. Untuk mengatasinya, bersihkan sisa bahan organic saat awal masa tanam atau dengan cara mencampur cairan insektisida (sevin) pada saat tahap pengolahan tanah (sebelum bibit ditanam). Sedangkan hama tungau merah menyerang permukaan bawah daun sehingga membuat daun menjadi kering. Untuk mencegahnya adalah dengan cara memilih bibit awal yang berkualitas. Serta lakukan peyemprotan air dalam jumlah yang banyak.

 

6. Memanen

Cara budidaya tanaman singkong yang telah diterapkan selama 6 sampai 12 bulan masa tanam dapat dipanen. Untuk varietas singkong genjah, maka tanaman bisa dipanen saat umur 6 sampai 8 bulan. Sedangkan untuk varietas singkong dalam bisa dipanen saat mencapai usia 9 hingga 12 bulan. Cara panen hanya dengan mencabut batang beserta umbi singkong dengan cangkul atau garpu tanah. Sortir umbi singkong antara yang berwarna bersih dan segar, dengan yang cacat atau memiliki bercak hitam.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

[Litbang Pertanian]. Penelitian Dan Pengembangan Departemen Pertanian. 2017. www.litbang.deptan.go.id. Diakses pada tanggal 03 Februari 2021.

Agrotek. 2019. Jenis Pupuk, Tahapan dan Cara Pemupukan Tanaman Singkong. https://agrotek.id/cara-pemupukan-tanaman-singkong/. Diakses pada 03 Februari 2021 pukul 11.13.

Khairifah, Vera. 2020. Cara Budidaya Tanaman Singkong Termudah Bebas Hama. https://www.cekaja.com/info/cara-budidaya-tanaman-singkong. Diakses pada 03 Februari 2021 pukul 13.44.

Rahmalia, Iveta . 2020. Perkembangbiakan pada Tumbuhan dengan Umbi Akar: Ciri-Ciri dan Contohnya. https://bobo.grid.id/read/082278260/perkembangbiakan-pada-tumbuhan-dengan-umbi-akar-ciri-ciri-dan-contohnya?page=all. Diakses pada 04 Februari 2021 pukul 09.20.

Rumah Mocaf Ayuni

See all author post

Leave a Comment

Your email address will not be published.

0
X